Presiden FIFA Gianni Infantino berbagi cerita unik di ajang World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Infantino memaparkan perkembangan Piala Dunia dan mengenang masa mudanya yang tak memungkinkan dirinya menjadi pemain sepak bola profesional.
Piala Dunia Terus Berkembang
Infantino memaparkan bahwa FIFA berupaya terus mengembangkan kompetisi Piala Dunia, yang merupakan ajang sepak bola paling prestisius di dunia. Upaya pengembangan ini mencakup aspek teknis seperti penerapan VAR (Video Assistant Referee) hingga penambahan jumlah peserta.
Ia juga menyoroti keuntungan besar yang diraih oleh negara tuan rumah Piala Dunia. Peningkatan kunjungan turis yang tajam dan percepatan perkembangan sepak bola di negara tersebut menjadi dampak positif yang signifikan.
Candaan Soal Trofi Piala Dunia
Menyinggung soal trofi Piala Dunia, Gianni Infantino melontarkan candaan yang disambut tawa oleh audiens. Pria asal Italia itu menyadari bahwa dengan kemampuan sepak bolanya saat muda, ia tidak memiliki peluang untuk memenangi trofi tersebut sebagai pemain.
“Inilah trofi Piala Dunia, paling bergengsi di dunia. Tiada orang yang bisa menyentuhnya, kecuali para pemenang… atau ya jadi Presiden FIFA,” ujar Infantino sambil memegang trofi tersebut.
Ia melanjutkan, “Ketika saya muda, saya langsung tahu kalau skill sepakbola saya tidak akan membawa saya menyentuh trofi ini. Jadi saya pakai cara lain, saya jadi Presiden FIFA.” Pernyataan ini kembali disambut gelak tawa.
Karier Gianni Infantino
Gianni Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA selama dua periode. Pria berusia 55 tahun itu sebelumnya memiliki karier panjang di UEFA, bergabung sejak tahun 2000 sebagai Director of Legal Affairs hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.






