Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) pada Kamis, 26 Maret 2026, masih mengacu pada penyesuaian harga yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2026. Dalam penyesuaian tersebut, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan. Sementara itu, harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Bio Solar, tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.
Harga Pertalite per liter masih dibanderol Rp10.000, sedangkan Bio Solar subsidi dijual seharga Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Stabilitas harga BBM subsidi ini merupakan kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Sejak 1 Maret 2026, PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk BBM nonsubsidi. Kenaikan harga ini bervariasi tergantung pada jenis BBM dan wilayahnya, mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia serta faktor ekonomi global. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan langkah rutin yang dilakukan Pertamina sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245 tahun 2022.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dan tetap menjadikan harga Pertamax dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif. Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda di setiap daerah sesuai dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah.
Rincian Harga BBM Pertamina per 26 Maret 2026
Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina di berbagai provinsi per 26 Maret 2026:
Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
- Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp14.500 per liter
Wilayah Sumatera
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung:
- Pertamax: Rp12.600 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.800 per liter
- Dexlite: Rp14.500 per liter
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau:
- Pertamax: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.650 per liter
- Pertamina Dex: Rp15.100 per liter
- Dexlite: Rp14.800 per liter
FTZ Sabang:
- Pertamax: Rp11.550 per liter
- Dexlite: Rp13.250 per liter
FTZ Batam:
- Pertamax: Rp11.750 per liter
- Pertamax Turbo: Rp12.400 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Dexlite: Rp13.450 per liter
Wilayah Kalimantan
Kalimantan Barat, Tengah, Timur:
- Pertamax: Rp12.600 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.800 per liter
- Dexlite: Rp14.500 per liter
Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara:
- Pertamax: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.650 per liter
- Pertamina Dex: Rp15.100 per liter
- Dexlite: Rp14.800 per liter
Wilayah Sulawesi
Seluruh wilayah (Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar):
- Pertamax: Rp12.600 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.800 per liter
- Dexlite: Rp14.500 per liter
Wilayah Maluku dan Papua
Maluku:
- Pertamax: Rp12.600 per liter
- Dexlite: Rp14.500 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
Maluku Utara:
- Pertamax: Rp12.600 per liter
- Dexlite: Rp14.500 per liter
Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan:
- Pertamax: Rp12.600 per liter
- Dexlite: Rp14.500 per liter
Papua Barat & Papua Barat Daya:
- Pertamax: Rp12.600 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.800 per liter
- Dexlite: Rp14.500 per liter
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar subsidi dibanderol Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan biaya hidup.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa negara akan hadir dengan menambah anggaran subsidi untuk menahan kenaikan harga BBM subsidi, meskipun harga minyak mentah dunia melonjak. Tambahan subsidi ini diharapkan mampu menutupi selisih kenaikan harga minyak dunia yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik sementara.
Perubahan Harga Mengikuti Tren Global
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia serta faktor ekonomi global dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Dengan demikian, harga BBM nonsubsidi bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar internasional.
Masyarakat disarankan untuk terus memantau informasi terbaru mengenai harga BBM sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama saat momentum arus balik Lebaran. Informasi terkini dapat diakses melalui situs resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina.

